Gelak Tawa Warnai Pertunjukan Ludruk Legi Pait Di Hotel Tugu Malang

KOTA MALANG –  Indonesia Cultural Dining Series (ICDS) ke 40 yang digelar di Tirta Gangga Room Hotel Tugu Malang Jumat (15/3) berlangsung hangat dan penuh gelak tawa. Guyonan ludruk yang disajikan Legi Pahit sebagai teman makan malam eksklusif di hotel bintang lima ini mampu membuat para tamu tertawa.

Bu Surti melangkahi Bejo, simbol restu ibu pada anak.

Beberapa dialog sukses memancing tawa para tamu. Salah satunya dialog awal saat Tito berbincang dengan Suroso.
“Awakmu kuliah opo? (Kamu kuliah apa),” tanya Tito.

Dinner eksklusif di Hotel Tugu Malang menghadirkan konsep makan malam dengan hiburan kesenian tradisional.

“Aku kuliah perhotelan,” jawab Suroso yang tampil dengan baju floral dan celana tinggi bersuspender yang mengingatkan kita dengan sosok Jojon di Srimulat.

“Njupuk opo? (Ambil apa) (merujuk ke jurusan kuliah),” tanya Tito lagi.

“Njupuk bantal, kasur, guling, tv,” jawab Suroso asal yang langsung disambut tawa penonton.

Pak Hartoyo dan Bu Hartoyo dalam sebuah dialog malam di salah satu sudut rumah.

Ditemui usai acara, Ketua Ludruk Legi Pait, Suroso mengatakan kesenian ludruk pada dasarnya mengandung empat elemen yaitu kor lagu, remo, bedayan, lawak dan cerita. Khusus di malam ini, Suroso menghadirkan kisah dua bersaudara yang miskin dan merantau ke kota dan menghadapi banyak masalah.

“Namun karena kejujuran keduanya, akhirnya dua bersaudara Bejo dan Minah ini bahagia,” jelasnya.

Bedayan terdiri dari para pria berbusana perempuan. Menyanyi membuka pentas ludruk di Hotel Tugu Malang

Total terdapat 20 talent yang ambil bagian di pertunjukan ludruk malam ini. Selain para artis, jumlah tersebut juga termasuk para pengrawit.(fia/ara)

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *