Festival Dawai Nusantara #4, Gambus Made In Amerika hingga Sape Rasa Pecel

MALANG – Musik bukan sekadar bebunyian. Musik juga merupakan penyampai pesan sekaligus pemersatu perbedaan. Ungkapan tersebut bisa jadi tepat untuk menggambarkan pertunjukan seni Festival Dawai Nusantara #4 yang digelar Sabtu (28/7) malam di Jalan Simpang Balapan, Kota Malang.

Belasan seniman untuk kebolehan di panggung outdoor Festival Dawai Nusantara. Tak hanya bernyanyi, mereka juga menyampaikan pesan dalam setiap performanya. Seperti Gregorius Argo, seniman sape (alat music petik tradisional Dayak) asal Kalimantan yang kuliah di Yogyakarta ini alih-alih meng-cover lagu terkenal, malah tampil percaya diri dengan lagu berjudul Kedamaian yang ia ciptakan.

“Meng-cover lagu boleh saja, tapi kita kan musisi, ayolah bikin lagu sendiri. Saya bangga dengan lagu saya, bukan karena bisa ditampilkan di sini, atau karena penonton mendengarkan, tapi saya bangga karena ini lagu ciptaan saya sendiri,” kata pemuda berkacamata ini.

Related post: Festival Dawai Nusantara #4 Digelar Hari Ini 

Pesan berbeda disuarakan oleh Debu Nusantara, grup musik beranggotakan bule muslim asal Amerika ini menyenandungkan lagu yang sarat dengan nafas islami, “Laa illahaillallah, ayo semua ucapkan dengan yakin,” teriak Mustafa, pentolan Debu Nusantara yang diikuti oleh para penonton.

Mustafa (kiri) saat tampil di Festival Dawai Nusantara #4 (Shuvia Rahma / piknikterus.com)

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *