Awas! Ombak Tinggi Ancam Pantai Selatan Malang Sampai Akhir Juli

MALANG – Cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi mewarnai sejumlah perairan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, termasuk di pesisir pantai selatan, Kabupaten Malang. Cuaca buruk tersebut membuat banyak warga memilih untuk mengurungkan niat berwisata ke pantai. Warga Kota Malang, Andina Paramitha misalnya, ia bersama rekan kerja berencana menghabiskan liburan ke salah satu pantai di Malang Selatan, namun karena cuaca buruk, ia pun memilih mengalihkan liburannya di sekitar kawasan Bromo.

“Karena banyak pemberitaan tentang ombak laut yang lagi tinggi, kita urungkan main ke pantai dan pindah main river tubing di Sedaer River Tubing yang ada di Poncokusumo,” terang ibu tiga anak ini.

Terjangan ombak menimbulkan sejumlah kerusakan di pesisir pantai. Salah satunya Pantai Balekambang yang ambrol pada Rabu (25/7) lalu. Deburan ombak yang besar membuat penghubung antara Pulau Wisanggeni dengan Pulau Ismoyo yang berada di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mengalami kerusakan.

“Peribadatan sementara ditutup, sesuai kesepakatan dengan pemangku demi keselamatan jamaah,” ungkap Direktur Utama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan, Rabu (25/7/2018) lalu.

Jembatan Balekambang yang menghubungkankan patai dengan Pura Ismoyo rusak diterjang ombak (source: net)

Wildan menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, pihak terkait tengah melakukan perbaikan jembatan yang rusak. “Kita sudah koordinasi dengan pihak Pemkab, Dinas Cipta Karya juga kita koordinasi,” terang Wildan.

Ia menambahkan, gelombang tinggi air laut masih terjadi, sehingga diharapkan para pengunjung tetap waspada dan tidak melakukan aktifitas berenang di laut. “Sementara Balekambang saat ini masih aman terkendali, cuma gelombangnya tinggi, masih bisa dikunjungi tapi asalkan tidak untuk berenang,” terang dia.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Maritim Perak Surabaya, Zem Irianto Padama menjelaskan, gelombang tinggi tersebut diperkirakan akan terjadi di perairan selatan Jawa Timur hingga akhir Juli 2018.

Zem menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan gradien tekanan udara, dimana bumi belahan selatan di atas Australia terdapat daerah tekanan tinggi, sedangkan di bagian utara tepatnya di Samudera Pasifik dekat dengan perairan Philipina terdapat daerah tekanan rendah. Perbedaan tersebut mengakibatkan massa udara bergerak ke atas dari Australia menuju Samudera Pasifik dengan kecepatan angin yang cukup kencang melewati wilayah Indonesia sehingga mengakibatkan gelombang tinggi.

“Pada 31 Juli mungkin ada penurunan, tetapi kami menghimbau masyarakat atau nelayan untuk mengurangi aktifitas melaut. Bila perlu jangan melaut dulu,” papar Zem.(fia/ara)

 

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *