Mengikuti Pernikahan Kopi ala Perkebunan Kawisari

BERBAGAI ragam dan rupa wujud terima kasih kepada alam sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia yang diwariskan secara turun temurun. Harmonisasi dengan alam menjadi bagian dari identitas kekayaan budaya bangsa yang patut dilestarikan. 30 Juni 2018 lalu, piknikterus.com berkesempatan menyaksikan momen budaya istimewa, upacara adat panen kopi di Perkebunan Kopi dan Sengon Kawisari yang berada di Wlingi Blitar. Ritual yang disebut dengan Perkawinan Joko Gondel dan Sri gondel tersebut menjadi pembuka musim panen kopi yang berlangsung setahun sekali.

Matahari masih enggan menampakkan diri, maklum, jarum jam masih menunjuk angka 04.00 pagi. Sejumlah jurnalis termasuk piknikterus.com berbincang hangat di lobi Hotel Tugu Malang di tengah suhu udara Malang yang beberapa hari terakhir menyentuh angka 13 derajat celcius.

Tepat pukul 04.30, rombongan bergegas masuk ke dalam mobil untuk segera berangkat ke perkebunan Kopi dan Sengon kawisari yang berada di Blitar. Keberangkatan memang tidak boleh terlambat, karena masyarakat perkebunan kopi Kawisari sangat tepat waktu.

Usai menempuh perjalanan kurang lebih 1.5 jam, tibalah kami di kawasan perkebunan Kawisari. Hamparan pohon sengon menaungi pohon kopi. Tepat di gerbang masuk perkebunan, kami diharuskan berpindah kendaraan.

Awalnya, kami heran kenapa harus repot berpindah kendaraan, namun melihat medan yang dilalui, rombongan pun mahfum. Jalan setapak yang dilalui hanya cukup untuk satu mobil. Medan yang terjal, berbatu, dan licin membutuhkan mobil yang tahan banting dan pengemudi dengan skill mumpuni.

Perjalanan yang cukup keras terbayar dengan pemandangan sekeliling yang sejuk. Pepohonan tinggi dan hamparan kopi yang tengah mengembang berwarna keemasan karena tersiram matahari yang mulai menampakkan diri. aliran sungai dangkal membelah perkebunan, sura riak air terdengar saat mobil membelah aliran sungai yang dangkal.

Warga Perkebunan Kawisari menggelar doa di Punden Mbah Gandul (Shuvia Rahma / piknikterus.com)

Destinasi pertama yang dituju adalah Punden Mbah Gandul, disebut demikian karena tepat di atas punden terdapat batu yang menggantungĀ  yang dalam bahasa Jawa disebut Watu Gandul. Punden tersebut merupakan salah satu tempat suci yang dijadikan tempat untuk ritual selamatan sebelum prosesi pernikahan Joko Gondel dan Sri Gondel.

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *