250 Relawan Berjibaku Melawan Salvinia di Ranupani

MALANG – Balai Besar Taman Nasional Bromo tengger Semeru (BBTNBTS) menggelar kegiatan rutin pembersihan gulma salvinia molesta (ki ambang), Minggu 29 April 2018 lalu. Sedikitnya, ada sekitar 250 peserta turut ambil bagian dalam acara tersebut.

Kepala BB TNBTS Malang, John Kenedie menjelaskan, acara yang diikuti oleh sejumlah komunitas mulai Paguyuban Porter, Forum Sahabat Gunung, Saver Semeru, hingga masyarakat sekitar dari Pronojiwo, Senduro dan Lumajang itu berhasil membersihkan sekitar 50 area Ranupani yang tertutup gulma tersebut.

“Kegiatan hari ini (29/4) akan dilanjutkan pada Selasa (1/5) dan akan berlanjut hingga Ranupani 100 persen bebas salvinia,” jelas John Kenedie.

Pembersihan Ranupani diikuti sekitar 250 orang (DA Tias / piknikterus.com)

Saat ini ekosistem Ranupani menghadapi permasalahan yaitu tertutupnya permukaan ranu oleh Ki Ambang atau lebih dikenal dengan Salvinia molesta. Tanaman merugikan tersebut berasal dari Amerika Selatan yang sampai saat ini belum terdefinisikan bagaimana tumbuhan invasif ini bisa sampai menutupi permukaan Ranupani.

Pembersihan Salvinia di Ranupani dilakukan dengan metode manual menggunakan alat sederhana, berupa bambu, garpu sampah, tampar dan perahu untuk mengangkut Salvinia ke tepi ranu.

“Ranupani ini jika dibiarkan seperti ini, dalam waktu 20 tahun akan hilang, saya sangat berterimakasih kepada seluruh komunitas dan masyarakat yang hadir dan turut membantu membersihkan Ranupani,” imbuh John.

Koordinator Bersih Ranupani, Andi Gondrong menjelaskan, kampanye upaya pembersihan ranu terus digencarkan agar kepedulian masyarakat semakin besar. Bukan hanya membersihkan tanaman parasit, kegiatan tersebut juga akan menyentuh pengerukan sedimentasi.

“Hal ini penting.  Sebab, berdasarkan data, Ranupani telah mengalami pendangkalan seluas 4 hektar sejak tahun 2004,” rinci Andi.

Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama BBTNBTS, Ahmad Arifin menambahkan pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah baik Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan,  Kabupaten Probolinggo, maupun Kabupaten Malang untuk membantu pengerukan Ranupani.

“Paling tidak badan air bisa seluas tahun 2004 yaitu ± 8 Ha,” jelas Ahmad.(fia/ara)

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *