Kasengsem Pikat Tamu Bule di Indonesia Cultural Dining Series Hotel Tugu Malang

MALANG – Seorang gadis tengah gundah gulana, ia merasa tidak memiliki eksistensi di dunia tari yang menjadi passion-nya. Segala cara ditempuh agar dunia menoleh padanya termasuk cara-cara mistis. Namun semuanya tak sesuai harapan. Hingga suatu hari, ia memilih untuk memaksimalkan potesi suara merdunya untuk mendukung gemulai tariannya. Tanpa kenal lelah, praben (sebutan gadis dalam bahasa Madura) ini berlatih menyanyi dan menari hingga dunia pun kepincut dengan penampilannya.

Itulah gambaran sekilas tentang tarian Kasengsem yang semalam ditampilkan dalam pertunjukan rutin kalender purnama di Indonesia Cultural Dining Series di Hotel Tugu Malang. Tarian khas Madura yang menggambarkan keindahan tari yang diadu dengan alunan gamelan Madura ini menjadi pengiring makan malam para tamu hotel Tugu di Tirta Gangga Room.

Executive Assistant Hotel Tugu Malang, Crescentia Harvidyanti menjelaskan, tarian Madura sengaja dipilih pada pertunjukan seni Indonesia Cultural Dining Series ke 32 karena Hotel Tugu membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Timur kepada para tamu baik lokal maupun mancanegara.

“Mulai dari seri pertama hingga sekarang, kita selalu hadirkan pertunjukan yang berbeda. Pernah Reog Ponorogo, Tari Gandrung Banyuwangi. Tari Malangan paling sering dengan kisah-kisah yang berbeda,” terang Cres saat ditemui piknikterus.com disela-sela acara.

Para pemain musik tradisional mengiringi tarian Kasengsem (Shuvia Rahma / piknikterus.com)

Kisah Kasengsem sendiri dianggap menarik. Tarian ini tak hanya menampilkan gemulai para penari, namun mereka juga membangun komunikasi dua arah dengan audience. Di akhir cerita, para penari baik laki-laki maupun perempuan akan mengajak penonton menari bersama dengan mengalungkan selendang ke audience yang dituju.

Interaksi yang sama pun terbangun dalam pertunjukan semalam. Para tamu di privat dinner ikut menari bersama para dancer. Bukan hanya tamu lokal, namun tak sedikit wisatawan mancanegara yang hadir dalam makan malam itu juga ikut larut dalam tarian para penari kendati gerakannya terlihat canggung meniru gerakan tari tradisional.

“Saat ini kita akan mengangkat semua tarian di wilayah Jawa Timur. Jika sudah terangkat semua, baru kita merambah ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan seterusnya,” cerita Cres.

Penari Kasengsem menghibur tamu Hotel Tugu Malang ( Shuvia Rahma / piknikterus.com)

Indonesia Cutural Dning Series sendiri merupakan konsep pertunjukan seni tradisional rutin yang digelar Hotel Tugu Malang setiap bulan pada tanggal 15. Pertunjukan seni ini dihadirkan mengiringi makan malam para tamu baik tamu kamar maupun dari luar.(fia/ara)

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *