Peserta Latgab ORAD Dayung Bengkok Jajal Brantas. Ada Yang Klelep Lho

MALANG – Ada pemandangan tak biasa pada Minggu (25/3) pagi di aliran Sungai Brantas Desa Kendalpayak, Kecamatan Karang Duren, Kabupaten Malang. Sekelompok pemuda berkostum hijau terlihat melakukan stretching. Alih-alih memakai pakaian olahraga, mereka justru memakai pelampung dan helm.

 

Ya, mereka adalah para peserta Latihan Gabungan (Latgab) Olahraga Arus Deras (Orad) Bayung Bengkok 2018 yang tengah bersiap-siap siap untuk praktek lapangan setelah sehari kemarin (24/3) menerima materi ruang dari para pemateri.

 

Sebagai pemula, sebagian dari para peserta masih tampak canggung saat menyiapkan alat. Namun sebagian lain terlihat sudah biasa kendati membutuhkan waktu cukup lama sebelum benar-benar siap. Dalam materi pra lapangan di Sungai Brantas, para peserta Latgab Orad Dayung Bengkok 2018 mempraktekkan semua dasar-dasar teknik arung jeram . Mulai dari scouting (mempelajari jalur yang akan dilalui), teknik dayung, teknik melewati jeram, hingga self rescue alias teknik menyelamatkan diri.

 

Penggiat Arung Jeram, Yudha Eko Kristyono saat memberikan materi di sela-sela pengarungan sungai (Shuvia Rahma)

Penggiat Arung Jeram, Yudha Eko Kristyono menjelaskan, pada rafter pemula seringkali saat melakukan pengarungan tidak memperhatikan kondisi cuaca. Padahal hal ini sangat diperlukan sebagai salah satu bagian dari prosedur keselamatan.

 

“Maunya lihat air, langsung turun saja tanpa melihat kondisi cuaca. Kadang skill belum mumpuni tetapi kemudian memaksakan diri. Itu yang tidak boleh,” tuturnya saat ditemui piknikterus.com disela-sela acara.

 

foto bersama disela-sela pengarungan Sungai Brantas (Shuvia Rahma)

Pada pelatihan pra lapangan tadi para peserta berangkat secara berkelompok. Pada saat perjalanan, pemateri memberikan instruksi-instruksi sekaligus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berlatih beberapa teknik, diantaranya flip flop.

 

Flip flop merupakan teknik membalikkan perahu. Tekni ini dipakai untuk mengembalikan posisi perahu ke awal pasca terbalik dengan cara salah seorang awak atau lebih menaiki perahu yang terbalik, kemudian menarik flip line dan berdiri di sisi paling luar yang berseberangan dengan flip line.

 

Kemudian, flip line ditarik sembari badan dibebankan keluar perahu. Dengan demikian, sisi perahiu yang terikat flip line akan terangkat dan membalik sehingga kembali ke posisi semula.

 

Rofiki, salah satu peserta latgab mengaku, baru pertama kali mengikuti kegiatan sejenis. Saat flip flop ia sempat kesusahan karena terjebak di bawah perahu cukup lama.

 

“Minum banyak air tadi. Tapi cukup seru. Karena saja jadi tahu ada teknik-teknik seprti itu di arung jeram,” katanya sembari tersenyum.

Sebagian peserta Latgab ORAD Dayung Bengkok 2018 sebelum berangkat pengarungan (Shuvia Rahma)

Ketua Pelaksana Latgab ORAD Dayung Bengkok 2018, Nizal fahriansyah menjelaskan. Setelah mengikuti kegiatan pra lapangan. Selanjutnya para peserta akan dipersiapkan untuk menghadapi medan yang lebih menantang di Sungai Glidik Lumajang dalam kegiatan lanjutan berkonsep river camp.

 

Di acara yang akan digelar pada 29-31 Maret tersebut, para peserta akan diajak menginap di pinggir pantai, setelah itu keesok harinya mereka akan mempraktekkan kemampuan teknik arung jeram di Sungai Glidik yang memiliki grade antara 3-4.

 

“Acara berlangsung mulai tanggal 29 – 31 Maret. Seluruh peserta akan berkumpul dan berangkat bersama dari Kota Malang,” ucap dia.(fia)

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

One thought on “Peserta Latgab ORAD Dayung Bengkok Jajal Brantas. Ada Yang Klelep Lho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *