Tempe, Makanan Favorit Para Raja. Kamu?

MALANG – Tempe menjadi makanan asli Indonesia. Bahkan, Malang menjadi kota yang memiliki oleh-oleh khas olahan tempe mulai dari keripik, es krim, hingga brownies. Sebagai makanan tradisional, tempe memang menjadi favorit kebanyakan orang. Bukan hanya saat ini, tempe ternyata juga sudah mauk dalam kategori makanan hits sejak abad ke 17.

Dilansir dari kompastravel, Sabtu (10/3), Presiden International Vegetarian Union sekaligus Ketua Yayasan Tempe Internasional, Susianto mengatakan, tempe tertulis dalam kitab jawa kuno, Serat Chentini dimana pada abad ke 17, tempe menjadi makanan para raja di istana.

“Karena tempe ini memiliki banyak kandungan protein yang lebih tinggi dari ayam, kambing dan nyaris sama dengan sapi. sementara dari segi kandungan lemak, tempe lebih rendah dari tiga jenis daging tersebut,” terang Susianto dalam acara Vegan Culinary Festival di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Menurut Susianto, ada ratusan penelitian yang menyatakan bahwa tempe merupakan pangan bergizi dan bagian dari diet sehat. Dalam paparannya, Susianto mengatakan, tempe memiliki kandungan karbohidrat, kalsium yang tinggi, zat besi, vitamin A, dan fosfor.

“Kandungan gizi pada tempe ini lebih tinggi dibanding kacang kedelai, karena telah melalui proses fermentasi,” kata Susianto.

Dengan kandungan gizi yang baik, maka tempe disebut dapat mengatasi masalah kekurangan gizi, mencegah dan mengatasi diare, dan dapat mengatasi penyakit seperti hiperkolesterol dan hiperglikimia. Sebagai negara produsen tempe, harga tempe di Indonesia juga sangat terjangkau. Sekitar Rp 5.000 per papan. Jika dibanding harga tempe di Amerika Serikat yang dijual seharga 10 dollar AS atau lebih Rp 100.000. Di Inggris satu kilogram tempe dihargai 10 poundsterling atau hampir Rp 200.000. Sementara di Belanda kini berdiri 50 pabrik tempe.

Di Malang sendiri, sentra produksi tempe berada di Kampung Sanan, Kota Malang. Di sini terdapat puluhan perajin tempe. Bukan hanya memasok tempe untuk dijual ke pasar, beberapa perajin tempe juga mengolah kembali makanan berbahan dasar kedelai ini menjadi keripik tempe yang digandrungi wisatawan sebagai salah satu oleh-oleh favorit untuk dibawa kembali ke kota asal.

Ada banyak varian keripik tempe yang bisa ditemui di Kampung Sanan, mulai dari rasa original, balado, keju, pedas, dan masih banyak lagi. Bukan hanya membeli, jika blusukan ke Kampung Sanan, bukan tidak mungkin kamu juga bisa melihat secara langsung proses pembuatan tempe mulai dari masih berbentuk kedelai hingga menjadi keripik tempe siap makan.

Untuk menjangkau tempat ini cukup mudah. Jika kamu berada di Stasiun Kota Baru, arahkan kendaraan ke arah utara menuju Lapangan Rampal, lanjutkan perjalanan ke arah utara sekitar 2 KM. Di sana kamu bisa menemukan jajaran toko oleh-oleh berbagai ukuran yang menjual varian keripik tempe. Nggak cuma di epi jalan, toko-toko penjual keripik tempe juga bisa ditemukan di dalam kampung, silahkan mengeksplorasi sepuasnya, siapa tahu dapat keripik tempe dengan harga bersaing dan rasa lebih enak.(kps/ara)

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *