Batu Warna Warni Bikin Pantai Di Riau Makin Populer

PIKNIKTERUS – Pantai Tanjung Siambang, Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau sedang menjadi perbincangan warganet lantaran bebatuan di pantai tersebut dicat warna warni oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis)  setempat.

 

Melansir kompas.com (Minggu 18 Februari 2018), perbincangan mulai hangat saat pemilik akun Iza Zul memposting foto yang menunjukkan beberapa orang sedang mewarnai bebatuan pinggir pantai dengan cat warna-warni. Bukit-bukit batu tersebut di cat dengan warna menyala, seperti biru, merah, kuning dan lainnya.

 

Beberapa komentar warganet mengeluhkan tindakan tersebut merupakan vandalisme, dan merusak alam. Seperti salah satu komentar dari Fauzul, yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kepulauan Riau.

 

“Kenapa bise harus terpikir melakukan itu. Vandalis itu. Jike memang ingin berkarya kenapa alamnya harus di rusak?? Bise dengan cara lain dengan tidak merusaknya pak,” tulisnya dalam komentar.

 

Salah satu warganet yang juga pegiat pariwisata, Fahry mengatakan keindahan alam seharusnya terpelihara secara alami, dan jauh dari tindakan reaksioner.

 

“Lantas, bagaimana dengan kesadaran generasi dalam menyikapi kealamian dengan aksi yang tidak patut untuk di contoh ini. Hanya untuk Mencari Popularitas semata, dan hanya untuk mengikuti kehendak globalisasi saja, dan kenapa harus mengorbankan kealamian alam itu?”tanyanya.

 

Ia juga mengatakan aktivitas tersebut melanggar undang-undang tentang vandalisme. Sanksi hukum untuk pelaku aksi vandalisme atau pengotoran lingkungan termuat dalam pasal 489 KUHP dengan ancaman hukuman tiga hari.

 

Namun beberapa warganet juga meresponnya dengan positif. Mereka tidak memandang hal tersebut merusak alam, tetapi meningkatkan daya tarik wisatawan.

 

“Gak masalah kalau bertujuan meningkatkan daya tarik dan menaikkan nilai estetikanya. Toh juga batu itu adalah benda mati dan tidak berefek buruk terhadap lingkungan. Jika bertujuan positif lanjutkan kawan…..!!! Ingat kaleng bekas catnya dibuang ke tempat semestinya.
Karena itu merupakan limbah B3 (zat kimia),” tulis akun Butar Butar Charles Dody.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar membenarkan adanya aktivitas tersebut di Pantai Tanjung Siambang, Dompak. Menurutnya hal tersebu termasuk menambah daya tarik wisata.

 

“Itu inisiatif dan ide kreatif dari kelompok sadar wisata masyarakat Teluk Siambang. Itu ide luar biasa untuk menambah daya tarik wisata menjadikan Teluk Siambang Pulau Dompak sebagai destinasi,” tuturnya.

 

Aktivitas para anggota pokdarwis tersebut menurutnya legal, bukan vandalism. Karena ia sendiri bekerja sama dengan pokdarwis di berbagai kota Kepulauan Riau, untuk mempercantik destinasi, juga menciptakan destinasi baru.

 

“Kelompok sadar wisata di beberapa kota saat ini berlomba untuk membuat destinasi baru ..salut dan apresiasi!” ungkapnya.

 

Terkait dampak untuk alam, ia yakin jika masyarakat setempat yang memang sudah berpuluh-puluh tahun lahir dan hidup di sana akan merawatnya.

 

“Mudahan dampaknya (terhadap alam) tidak ada, masyarakat di situ sudah tahu menjaga pantai karena kehidupan mereka di pantai dan laut sebagai sumber kehidupan. Pokdarwisnya juga sudah beberapa kali ikut pelatihan, mudah-mudahan berkembang dan alam tetap terjaga,” kata Buralimar.

 

Ia menambahkan, sebelumnya, Pantai Tanjung Siambang ini belum dikembangkan sebagai destinasi pariwisata unggulan. Keberadaannya sekadar untuk pantai nelayan, tempat makan kecil-kecilan, dan rekreasi.

 

“Ramai hanya saat Festival Bahari Kepri 2017 digunakan untuk perlombaan jong (perahu layar mini) dan lomba kolek (perahu layar berawak) dan lumayan dikunjungi wisman,” kata Buralimar.(kps/ara)

 

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *