5 Fakta Tersembunyi Di Candi Jago

MALANG – Bukan rahasia kalau Malang menjadi pusat pemerintahan salah satu kerajaan besar pada zaman dulu. Tak heran jika banyak jejak peninggalan kerajaan berupa candi bertebaran di Malang dan menjadi salah satu tujuan wisata sejarah.

 

Salah satu candi yang layak dikunjungi adalah Candi Jago. Lokasinya berada di Kabupaten Malang wilayah timur, tepatnya di Kecamatan Tumpang, Desa Jago. Jika ditempuh dari Kota Malang, dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit perjalanan.

Candi yang berdiri megah di antara padatnya rumah-rumah itu ternyata menyimpan sejumlah fakta menarik. Yaitu:

 

  1. Dulu Tingginya 24 Meter Lho

Menurut sejarawan Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, dulunya Candi Jago merupakan bangunan lengkap dengan atap. Jika rekonstruksi kembali, tinggi Candi Jago saat arsitekturnya masih utuh adalah 24 meter dimana bentuk atapnya setipe dengan atap pura besakih di Bali. Saat ini, tinggi candi hanya sekitar 10,6 meter dengan kondisi atap yang sudah tidak berbentuk.

 

  1. Jadi landmark di masa jayanya.

Sebagai bangunan tinggi, Candi Jago menjadi penanda (landmark) daerah sekitar. Pasalnya, selain bangunan megah, posisi candi juga berada di ketinggian sehingga bisa dengan mudah di lihat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, populasi perumahan semakin meningkat sehingga Candi Jago pun menyatu di antara perumahan warga.

 

  1. Didedikasikan untuk Wisnuwardhana, Raja Keempat Singhasari

Sudah menjadi tradisi bahwa raja dianggap sebagai penjelmaan dewa. Sehingga raja yang meninggal selalu dikenang dengan cara dibangunkan sebuah candi. Nah, Candi Jago didedikasikan untuk Wisnuwardhana. Raja keempat Singhasari, penerus Ken Arok sekaligus perintis kerajaan Majapahit.

 

  1. Candi dengan Relief terbanyak di Jawa Timur.

Candi Jago dipahat dengan sangat teliti oleh para arsitektur zaman kerajaan. Setiap dindingnya nyaris tidak ada yang kosong. Semua terisi oleh relief. Bukan cuma hisan lho, tetapi ada cerita dengan alurnya. Untuk membaca relief Candi Jago, mulailah dari dinding paling bawah  dan berjalanlah melawan arah jarum jam (prasawiya). Secara garis besar, ada cerita binatang (tantri), kisah-kisah hinduistis hingga kisah parthayadnya (Mahabarata).

 

  1. Ada Cerita Mahabarata Lho di reliefnya.

Kamu salah satu penggemar serial India, Mahabaratha di televisi? Nah sebelum kisah itu popular di zaman now, Mahabaratha sudah dikisahkan pada masa pembangunan Candi Jago. Cerita pewayangan ini diceritakan di relief bagian Parthayadnya yang terpahat di dinding tengah bagian atas. Di situ tergambarkan adegan Duryudana mendapat ide jahat untuk bermain judi, dari Sengkuni.

 

 

Nah, itu dia fakta yang ada di Candi Jago. Pastinya lebih asyik ketika kamu berkunjung ke tempat bersejarah didampingi oleh juru pelihara candi. Mereka bakal menceritakan sejarah candi. Nggak Cuma dapet foto keren, kamu juga makin tau kekayaan budaya Negara kita kan. (fia/ara)

piknik terus

follow us on: Instagram @piknikterus_com twitter @piknikteruscom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *